Movies

Senin, 26 November 2012

Fase Baru (part 1)

Assalamu'alaikum temans..

Bismillah dengan niatan yang sangat luar biasa besarnya, gue menyatakan untuk lanjut ke entri baru selang beberapa jam setelah bikin blog ini :). Hmm enaknya bahas apa? haha karena ini "lapak" gue juga, monggo diikutin aja ya alur postingannya hehe..entar kalo udah banyak silahkan di-request.

Oke, ini sebenernya berkaitan dengan perjalanan hidup gue sekarang. Oh iya, sekarang gue berumur 20 tahun temen-temen, dan saat ini pula gue sudah masuk tahun ke-3 menjadi mahasiswa di IPB (Institut Pertanian Bogor). Kalo bisa dibilang capek si untuk sekolah di sini, persaingan luar biasa, tekanan ujian membabi buta (lebay) tapi serius ujian di sini ga gampanggg. Tapi ada yang lebih bermakna selain senang-dukanya kuliah di sini, apa tuh? jadi, gue belajar banyak semenjak awal mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Kayanya gue ga mungkin untuk cerita dari awal gue masuk kuliah, jadi di-skip-skip aja yah...nanananana sampe lah di semester 3 pokoknya hehe. Nah, di sini gue mulai ngerasa jadi anak kosan, yeah akhirnya bebassss dari asrama itu. Jujur aja gue ga betah selama satu tahun mendiami Asrama IPB even you would get much much friends here. Balik lagi ceritanya jadi anak kosan, kebetulan gue bukan anak Bogor yang bisa PP, jadi ini hidup gue yang baru sebagai anak perantau (Bekasi) :D.

"Now, I'm like in the different planet, even it just about several kilometers from home. I though I never act like before, everytime I said 'mom, is the breakfast already?, or could I brought it to school?' haha"

"I'm ready to pursue the dreams"

Gue adalah pribadi yang teramat memorable dan sangat berperasaan. Setiap momen hampir selalu gue ingat, yang jelas semua apa yang dulu pernah gue lakuin cukup berbeda untuk sekarang dilakuin. "Too stupid here that you always said 'huh'", dan beruntunglah gue walaupun terlahir menjadi anak terakhit (bontot) dan satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga gue, gak menjadikan gue anak yang manja. Bahkan gue pribadi ga suka liat anak laki-laki yang manja "hello, you look totaly disguised" haha. Ini opini ya, jadi mau suka atau tidak itu hak masing-masing :), lanjut gue melewatkan hari-hari dengan banyak pengalaman. Satu hal yang penting adalah gue belajar untuk bisa membuat keputusan dan menyelesaikan masalah sendiri.

Apa aja si pembelajaran yang bisa gue dapet dari perjalanan sejauh ini (tsaah), jadi yang pertama itu :

1. Keputusan

Simpelnya kalo sekarang gue bisa memutuskan untuk bangun pagi, laluuu kuliah apa gak ya? hey, ga ada intervensi dari siapapun loh, "you are the only one who deserve to choose yes, or no". Terus gue bisa memutuskan uang yang gue punya untuk apa aja, ini hal yang sulit bagi gue di awal-awal dan sangat teramat merasa bersalah kalau uang itu habis dalam waktu yang gak pas :(. Temen-temen mungkin juga sadar, apa sih yang menyebabkan kita masih bertahan dalam hidup?, bukankah kita sebenernya punya tujuan kan, jadi gue juga terus belajar bahwa dengan daya yang gue punya, gue mencoba survive, karena ada tujuan yang lebih penting dari sekedar "mengeluh". Tiada lain tiada bukan, cita-cita. Gue yakin kalo cita-cita adalah hak semua orang dan patut untuk dikejar. Hidup cuma sekali dan apapun keputusan mu, jangan lah menjadikan itu penyesalan.

2. Penyelesaian

Hidup ini terlalu kerdil kalau gue berpikir menyelesaikan ujian dengan nilai sempurna merupakan kesuksesan yang gue harapkan. Jauh dari itu, hidup penuh berjuta alasan untuk dilalui dan dihayati hingga kita merasa teramat bosan dan memutuskan untuk berhenti sejenak, atau selamanya. Jika kita memutuskan untuk terus hidup, maka kita memutuskan untuk dituntut banyak menyelesaikan sesuatu. Well, hidup di dunia kuliah ga gampang untuk curhat sana-sini kalo lo punya masalah, dan gue merasakan here more individualist and you'll bring it on to yourself directly. Walaupun secara pribadi ga seburuk itu, tapi kita dituntut bijak bin keras untuk kita sendiri, dan menurut gue pribadi seorang mahasiswa/i harus layaknya seperti orang dewasa yang tercemin bagaimana dia menyelesaikan masalahnya, dan semua orang tentu memiliki gaya masing-masing. Semester 5 ini membuat diri gue semakin kuat dalam mencoba menyelesaikan masalah gue sendiri, balik lagi bagaimana cara gue membuat suatu keputusan. Simpelnya, apapun masalah kalian, doa itu senjata mutakhir sebagai petunjuk jalan, ketika itu pun hati kita mantap untuk memulai tantangan2 hidup ke depan. Ini adalah cara yang gue tempuh sejauh ini, terus merefleksikan diri aja sih, "remember, you never walk alone bud".

Hmmm...sedikit sharing, tapi kayanya kedepan akan terus ada sharing-sharing lagi hehehe..next, what theme to be serve? kampus gue aja kali yah..okesip :)
Annyeong Higyeseyo, Wassalam










Tidak ada komentar:

Posting Komentar